Sabtu, 12 September 2015

Berjilbab adalah identitas seorang muslimah

Saudariku, berjilbab bukan hanya sebuah Saudariku, berjilbab bukan hanya sebuah identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang muslimah. Tetapi engkau adalah seorang muslimah. Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu kepada Allah Ta'ala.. kepada Allah Ta'ala..

Saudariku… Saudariku…

Seorang mukmin dengan mukmin lain ibarat Seorang mukmin dengan mukmin lain ibarat cermin. Bukan cermin yang memantulkan cermin. Bukan cermin yang memantulkan bayangan fisik, melainkan cermin yang bayangan fisik, melainkan cermin yang menjadi refleksi akhlak dan tingkah laku. menjadi refleksi akhlak dan tingkah laku.

Kita dapat mengetahui dan melihat Kita dapat mengetahui dan melihat kekurangan kita dari saudara seagama kita. kekurangan kita dari saudara seagama kita. Cerminan baik dari saudara kita tentulah baik Cerminan baik dari saudara kita tentulah baik pula untuk kita ikuti. Sedangkan cerminan pula untuk kita ikuti. Sedangkan cerminan buruk dari saudara kita lebih pantas untuk buruk dari saudara kita lebih pantas untuk kita tinggalkan dan jadikan pembelajaran kita tinggalkan dan jadikan pembelajaran untuk saling memperbaiki. untuk saling memperbaiki.

Saudariku… Saudariku… Tentu engkau sudah mengetahui bahwa Tentu engkau sudah mengetahui bahwa Islam mengajarkan kita untuk saling Islam mengajarkan kita untuk saling mencintai. Dan salah satu bukti cinta Islam mencintai. Dan salah satu bukti cinta Islam kepada kita –kaum wanita– adalah perintah kepada kita –kaum wanita– adalah perintah untuk berjilbab. Namun, kulihat engkau masih untuk berjilbab. Namun, kulihat engkau masih belum mengambil “kado istimewa” itu. belum mengambil “kado istimewa” itu.

Kudengar masih banyak alasan yang Kudengar masih banyak alasan yang menginap di rongga-rongga pikiran dan menginap di rongga-rongga pikiran dan hatimu setiap kali kutanya, “Kenapa jilbabmu hatimu setiap kali kutanya, “Kenapa jilbabmu masih belum kau pakai?” Padahal sudah masih belum kau pakai?” Padahal sudah banyak waktu kau luangkan untuk mengkaji banyak waktu kau luangkan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perintah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perintah jilbab. jilbab.

Sudah sekian judul buku engkau baca untuk Sudah sekian judul buku engkau baca untuk memantapkan hatimu agar segera berjilbab. memantapkan hatimu agar segera berjilbab. Juga ribuan surat cinta dari saudarimu yang Juga ribuan surat cinta dari saudarimu yang menginginkan agar jilbabmu itu segera kau menginginkan agar jilbabmu itu segera kau kenakan. Lalu kenapa, jilbabmu masih terlipat kenakan. Lalu kenapa, jilbabmu masih terlipat rapi di dalam lemari dan bukan terjulur untuk rapi di dalam lemari dan bukan terjulur untuk menutupi dirimu? menutupi dirimu?

Mengapa Harus Berjilbab? Mengapa Harus Berjilbab?

Mungkin aku harus kembali mengingatkanmu Mungkin aku harus kembali mengingatkanmu tentang alasan penting kenapa Allah tentang alasan penting kenapa Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan perintah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan perintah jilbab kepada kita –kaum Hawa- dan bukan jilbab kepada kita –kaum Hawa- dan bukan kepada kaum Adam. Saudariku, jilbab adalah kepada kaum Adam. Saudariku, jilbab adalah pakaian yang berfungsi untuk menutupi pakaian yang berfungsi untuk menutupi perhiasan dan keindahan dirimu, agar dia perhiasan dan keindahan dirimu, agar dia tidak dinikmati oleh sembarang orang. tidak dinikmati oleh sembarang orang.

Ingatkah engkau ketika engkau membeli Ingatkah engkau ketika engkau membeli pakaian di pertokoan, mula-mula engkau pakaian di pertokoan, mula-mula engkau melihatnya, memegangnya, mencobanya, lalu melihatnya, memegangnya, mencobanya, lalu ketika kau jatuh cinta kepadanya, engkau ketika kau jatuh cinta kepadanya, engkau akan meminta kepada pemilik toko untuk akan meminta kepada pemilik toko untuk memberikanmu pakaian serupa yang masih memberikanmu pakaian serupa yang masih baru dalam segel. baru dalam segel.

Kenapa demikian? Karena engkau ingin Kenapa demikian? Karena engkau ingin mengenakan pakaian yang baru, bersih dan mengenakan pakaian yang baru, bersih dan belum tersentuh oleh tangan-tangan orang belum tersentuh oleh tangan-tangan orang lain. lain.

Jika demikian sikapmu pada pakaian yang Jika demikian sikapmu pada pakaian yang hendak engkau beli, maka bagaimana hendak engkau beli, maka bagaimana sikapmu pada dirimu sendiri? Tentu engkau sikapmu pada dirimu sendiri? Tentu engkau akan lebih memantapkan ‘segel’nya, agar dia akan lebih memantapkan ‘segel’nya, agar dia tetap ber’nilai jual’ tinggi, bukankah tetap ber’nilai jual’ tinggi, bukankah demikian? demikian?

Saudariku, izinkan aku sedikit Saudariku, izinkan aku sedikit mengingatkanmu pada firman Rabb kita mengingatkanmu pada firman Rabb kita ‘Azza wa Jalla berikut ini, ‘Azza wa Jalla berikut ini,

“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: “Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.'” (Qs. An-Nuur: 31) nampak daripadanya.'” (Qs. An-Nuur: 31)

Dan firman-Nya, Dan firman-Nya, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59) Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

Saudariku tercinta, Allah tidak semata-mata Saudariku tercinta, Allah tidak semata-mata menurunkan perintah jilbab kepada kita tanpa menurunkan perintah jilbab kepada kita tanpa ada hikmah dibalik semuanya. ada hikmah dibalik semuanya.

Allah telah mensyari’atkan jilbab atas kaum Allah telah mensyari’atkan jilbab atas kaum wanita, karena Allah Yang Maha Mengetahui wanita, karena Allah Yang Maha Mengetahui menginginkan supaya kaum wanita menginginkan supaya kaum wanita mendapatkan kemuliaan dan kesucian di mendapatkan kemuliaan dan kesucian di segala aspek kehidupan, baik dia adalah segala aspek kehidupan, baik dia adalah seorang anak, seorang ibu, seorang saudari, seorang anak, seorang ibu, seorang saudari, seorang bibi, atau pun sebagai seorang seorang bibi, atau pun sebagai seorang individu yang menjadi bagian dari individu yang menjadi bagian dari masyarakat. masyarakat.

Allah menjadikan jilbab sebagai perangkat Allah menjadikan jilbab sebagai perangkat untuk melindungi kita dari berbagai “virus” untuk melindungi kita dari berbagai “virus” ganas yang merajalela di luar sana. ganas yang merajalela di luar sana. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Abul Qasim Muhammad bin ‘Abdullah Abul Qasim Muhammad bin ‘Abdullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya, shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya,

“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, “Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173), Ibnu shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173), Ibnu Khuzaimah (III/95) dan ath-Thabrani dalam Khuzaimah (III/95) dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 10115), dari Shahabat Mu’jamul Kabiir (no. 10115), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma) ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)

Saudariku, berjilbab bukan hanya sebuah Saudariku, berjilbab bukan hanya sebuah identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang muslimah. engkau adalah seorang muslimah.

Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu kepada Allah Ta’ala, selain shalat, puasa, dan kepada Allah Ta’ala, selain shalat, puasa, dan ibadah lain yang telah engkau kerjakan. ibadah lain yang telah engkau kerjakan. Jilbab juga merupakan konsekuensi nyata Jilbab juga merupakan konsekuensi nyata dari seorang wanita yang menyatakan bahwa dari seorang wanita yang menyatakan bahwa dia telah beriman kepada Allah Ta’ala dan dia telah beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selain itu, jilbab juga merupakan lambang Selain itu, jilbab juga merupakan lambang kehormatan, kesucian, rasa malu, dan kehormatan, kesucian, rasa malu, dan kecemburuan. Dan semua itu Allah jadikan kecemburuan. Dan semua itu Allah jadikan baik untukmu. Tidakkah hatimu terketuk baik untukmu. Tidakkah hatimu terketuk dengan kasih sayang Rabb kita yang tiada dengan kasih sayang Rabb kita yang tiada duanya ini? duanya ini?

“Aku Belum Berjilbab, Karena…” “Aku Belum Berjilbab, Karena…”

1. “Hatiku masih belum mantap untuk 1. “Hatiku masih belum mantap untuk berjilbab. Jika hatiku sudah mantap, aku akan berjilbab. Jika hatiku sudah mantap, aku akan segera berjilbab. Lagipula aku masih segera berjilbab. Lagipula aku masih melaksanakan shalat, puasa dan semua melaksanakan shalat, puasa dan semua perintah wajib kok..” perintah wajib kok..”

Wahai saudariku… Sadarkah engkau, siapa Wahai saudariku… Sadarkah engkau, siapa yang memerintahmu untuk mengenakan yang memerintahmu untuk mengenakan jilbab? Dia-lah Allah, Rabb-mu, Rabb seluruh jilbab? Dia-lah Allah, Rabb-mu, Rabb seluruh manusia, Rabb alam semesta. manusia, Rabb alam semesta.

Engkau telah melakukan berbagai perintah Engkau telah melakukan berbagai perintah Allah yang berpangkal dari iman dan Allah yang berpangkal dari iman dan ketaatan, tetapi mengapa engkau beriman ketaatan, tetapi mengapa engkau beriman kepada sebagian ketetapan-Nya dan ingkar kepada sebagian ketetapan-Nya dan ingkar terhadap sebagian yang lain, padahal engkau terhadap sebagian yang lain, padahal engkau mengetahui bahwa sumber dari semua mengetahui bahwa sumber dari semua perintah itu adalah satu, yakni Allah perintah itu adalah satu, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala? Subhanahu wa Ta’ala?

Seperti shalat dan amalan lain yang Seperti shalat dan amalan lain yang senantiasa engkau kerjakan, maka berjilbab senantiasa engkau kerjakan, maka berjilbab pun adalah satu amalan yang seharusnya pun adalah satu amalan yang seharusnya juga engkau perhatikan. Allah Ta’ala telah juga engkau perhatikan. Allah Ta’ala telah menurunkan perintah hijab kepada setiap menurunkan perintah hijab kepada setiap wanita mukminah. Maka itu berarti bahwa wanita mukminah. Maka itu berarti bahwa hanya wanita-wanita yang memiliki iman hanya wanita-wanita yang memiliki iman yang ridha mengerjakan perintah ini. Adakah yang ridha mengerjakan perintah ini. Adakah engkau tidak termasuk ke dalam golongan engkau tidak termasuk ke dalam golongan wanita mukminah? wanita mukminah?

Ingatlah saudariku, bahwa sesungguhnya Ingatlah saudariku, bahwa sesungguhnya keadaanmu yang tidak berjilbab namun keadaanmu yang tidak berjilbab namun masih mengerjakan amalan-amalan lain, masih mengerjakan amalan-amalan lain, adalah seperti orang yang membawa satu adalah seperti orang yang membawa satu kendi penuh dengan kebaikan akan tetapi kendi penuh dengan kebaikan akan tetapi kendi itu berlubang, karena engkau tidak kendi itu berlubang, karena engkau tidak berjilbab. berjilbab.

Janganlah engkau sia-siakan amal shalihmu Janganlah engkau sia-siakan amal shalihmu disebabkan orang-orang yang dengan bebas disebabkan orang-orang yang dengan bebas di setiap tempat memandangi dirimu yang di setiap tempat memandangi dirimu yang tidak mengenakan jilbab. Silakan engkau tidak mengenakan jilbab. Silakan engkau bandingkan jumlah lelaki yang bukan bandingkan jumlah lelaki yang bukan mahram yang melihatmu tanpa jilbab setiap mahram yang melihatmu tanpa jilbab setiap hari dengan jumlah pahala yang engkau hari dengan jumlah pahala yang engkau peroleh, adakah sama banyaknya? peroleh, adakah sama banyaknya?

2. “Iman kan letaknya di hati. Dan yang tahu 2. “Iman kan letaknya di hati. Dan yang tahu hati seseorang hanya aku dan Allah.” hati seseorang hanya aku dan Allah.”

Duhai saudariku…Tahukah engkau bahwa Duhai saudariku…Tahukah engkau bahwa sahnya iman seseorang itu terwujud dengan sahnya iman seseorang itu terwujud dengan tiga hal, yakni meyakini sepenuhnya dengan tiga hal, yakni meyakini sepenuhnya dengan hati, menyebutnya dengan lisan, dan hati, menyebutnya dengan lisan, dan melakukannya dengan perbuatan? melakukannya dengan perbuatan?

Seseorang yang beramal hanya sebatas Seseorang yang beramal hanya sebatas perbuatan dan lisan, tanpa disertai dengan perbuatan dan lisan, tanpa disertai dengan keyakinan penuh dalam hatinya, maka dia keyakinan penuh dalam hatinya, maka dia termasuk ke dalam golongan orang munafik. termasuk ke dalam golongan orang munafik.

Sementara seseorang yang beriman hanya Sementara seseorang yang beriman hanya dengan hatinya, tanpa direalisasikan dengan dengan hatinya, tanpa direalisasikan dengan amal perbuatan yang nyata, maka dia amal perbuatan yang nyata, maka dia termasuk kepada golongan orang fasik. termasuk kepada golongan orang fasik. Keduanya bukanlah bagian dari golongan Keduanya bukanlah bagian dari golongan orang mukmin. Karena seorang mukmin tidak orang mukmin. Karena seorang mukmin tidak hanya meyakini dengan hati, tetapi dia juga hanya meyakini dengan hati, tetapi dia juga merealisasikan apa yang diyakininya melalui merealisasikan apa yang diyakininya melalui lisan dan amal perbuatan. lisan dan amal perbuatan.

Dan jika engkau telah mengimani perintah Dan jika engkau telah mengimani perintah jilbab dengan hatimu dan engkau juga telah jilbab dengan hatimu dan engkau juga telah mengakuinya dengan lisanmu, maka mengakuinya dengan lisanmu, maka sempurnakanlah keyakinanmu itu dengan sempurnakanlah keyakinanmu itu dengan bersegera mengamalkan perintah jilbab. bersegera mengamalkan perintah jilbab.

3. “Aku kan masih muda…” 3. “Aku kan masih muda…”

Saudariku tercinta… Engkau berkata bahwa Saudariku tercinta… Engkau berkata bahwa usiamu masih belia sehingga menahanmu usiamu masih belia sehingga menahanmu dari mengenakan jilbab, dapatkah engkau dari mengenakan jilbab, dapatkah engkau menjamin bahwa esok masih untuk dirimu? menjamin bahwa esok masih untuk dirimu? Apakah engkau telah mengetahui jatah Apakah engkau telah mengetahui jatah hidupmu di dunia, sehingga engkau berkata hidupmu di dunia, sehingga engkau berkata bahwa engkau masih muda dan masih bahwa engkau masih muda dan masih memiliki waktu yang panjang? Belumkah memiliki waktu yang panjang? Belumkah engkau baca firman Allah ‘Azza wa Jalla yang engkau baca firman Allah ‘Azza wa Jalla yang artinya, artinya,

“Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, jika kamu sesungguhnya sebentar saja, jika kamu sesungguhnya mengetahui.” (Qs. Al-Mu’minuun: 114) mengetahui.” (Qs. Al-Mu’minuun: 114)

“Pada hari mereka melihat adzab yang “Pada hari mereka melihat adzab yang diancam kepada mereka, (mereka merasa) diancam kepada mereka, (mereka merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) waktu sesaat pada siang hari. (Inilah) waktu pelajaran yang cukup.” (Qs. Al-Ahqaaf: 35) pelajaran yang cukup.” (Qs. Al-Ahqaaf: 35)

Tidakkah engkau perhatikan tetanggamu atau Tidakkah engkau perhatikan tetanggamu atau teman karibmu yang seusia denganmu atau teman karibmu yang seusia denganmu atau di bawah usiamu telah menemui Malaikat di bawah usiamu telah menemui Malaikat Maut karena perintah Allah ‘Azza wa Jalla? Maut karena perintah Allah ‘Azza wa Jalla?

Tidakkah juga engkau perhatikan si fulanah Tidakkah juga engkau perhatikan si fulanah yang kemarin masih baik-baik saja, tiba-tiba yang kemarin masih baik-baik saja, tiba-tiba menemui ajalnya dan menjadi mayat hari ini? menemui ajalnya dan menjadi mayat hari ini?

Tidakkah semua itu menjadi peringatan Tidakkah semua itu menjadi peringatan bagimu, bahwa kematian tidak hanya bagimu, bahwa kematian tidak hanya mengetuk pintu orang yang sekarat atau pun mengetuk pintu orang yang sekarat atau pun orang yang lanjut usia? Dan Malaikat Maut orang yang lanjut usia? Dan Malaikat Maut tidak akan memberimu penangguhan waktu tidak akan memberimu penangguhan waktu barang sedetik pun, ketika ajalmu sudah barang sedetik pun, ketika ajalmu sudah sampai. sampai.

Setiap hari berlalu sementara akhiratmu Setiap hari berlalu sementara akhiratmu bertambah dekat dan dunia bertambah jauh. bertambah dekat dan dunia bertambah jauh. Bekal apa yang telah engkau siapkan untuk Bekal apa yang telah engkau siapkan untuk hidup sesudah mati? Ketahuilah saudariku, hidup sesudah mati? Ketahuilah saudariku, kematian itu datangnya lebih cepat dari detak kematian itu datangnya lebih cepat dari detak jantungmu yang berikutnya. Jadi cepatlah, jantungmu yang berikutnya. Jadi cepatlah, jangan sampai terlambat… jangan sampai terlambat…

4. “Jilbab bikin rambutku jadi rontok…” 4. “Jilbab bikin rambutku jadi rontok…”

Sepertinya engkau belum mengetahui fakta Sepertinya engkau belum mengetahui fakta terbaru mengenai ‘canggih’nya jilbab. Dr. terbaru mengenai ‘canggih’nya jilbab. Dr. Muhammad Nidaa berkata dalam Al-Hijaab Muhammad Nidaa berkata dalam Al-Hijaab wa Ta’tsiruuha ‘Ala Shihhah wa Salamatus wa Ta’tsiruuha ‘Ala Shihhah wa Salamatus Sya’ri tentang pengaruh jilbab terhadap Sya’ri tentang pengaruh jilbab terhadap kesehatan dan keselamatan rambut, kesehatan dan keselamatan rambut,

“Jilbab dapat melindungi rambut. Penelitian “Jilbab dapat melindungi rambut. Penelitian dan percobaan telah membuktikan bahwa dan percobaan telah membuktikan bahwa perubahan cuaca dan cahaya matahari perubahan cuaca dan cahaya matahari langsung akan menyebabkan hilangnya langsung akan menyebabkan hilangnya kecantikan rambut dan pudarnya warna kecantikan rambut dan pudarnya warna rambut. Sehingga rambut menjadi kasar dan rambut. Sehingga rambut menjadi kasar dan berwarna kusam. Sebagaimana juga udara berwarna kusam. Sebagaimana juga udara luar (oksigen) dan hawa tidaklah berperan luar (oksigen) dan hawa tidaklah berperan dalam pertumbuhan rambut. dalam pertumbuhan rambut.

Karena bagian rambut yang terlihat di atas Karena bagian rambut yang terlihat di atas kepala yang dikenal dengan sebutan batang kepala yang dikenal dengan sebutan batang rambut tidak lain adalah sel-sel kornea (yang rambut tidak lain adalah sel-sel kornea (yang tidak memiliki kehidupan). tidak memiliki kehidupan).

Ia akan terus memanjang berbagi sama rata Ia akan terus memanjang berbagi sama rata dengan rambut yang ada di dalam kulit. dengan rambut yang ada di dalam kulit. Bagian yang aktif inilah yang menyebabkan Bagian yang aktif inilah yang menyebabkan rambut bertambah panjang dengan ukuran rambut bertambah panjang dengan ukuran sekian millimeter setiap hari. Ia mendapatkan sekian millimeter setiap hari. Ia mendapatkan suplai makanan dari sel-sel darah dalam suplai makanan dari sel-sel darah dalam kulit. kulit.

Dari sana dapat kita katakan bahwa Dari sana dapat kita katakan bahwa kesehatan rambut bergantung pada kesehatan rambut bergantung pada kesehatan tubuh secara umum. Bahwa apa kesehatan tubuh secara umum. Bahwa apa saja yang mempengaruhi kesehatan tubuh, saja yang mempengaruhi kesehatan tubuh, berupa sakit atau kekurangan gizi akan berupa sakit atau kekurangan gizi akan menyebabkan lemahnya rambut. menyebabkan lemahnya rambut.

Dan dalam kondisi mengenakan jilbab, Dan dalam kondisi mengenakan jilbab, rambut harus dicuci dengan sabun atau rambut harus dicuci dengan sabun atau shampo dua atau tiga kali dalam sepekan, shampo dua atau tiga kali dalam sepekan, menurut kadar lemak pada kulit kepala. menurut kadar lemak pada kulit kepala. Maksudnya apabila kulit kepala berminyak, Maksudnya apabila kulit kepala berminyak, maka hendaklah mencuci rambut tiga kali maka hendaklah mencuci rambut tiga kali dalam sepekan. Jika tidak maka cukup dalam sepekan. Jika tidak maka cukup mencucinya dua kali dalam sepekan. Jangan mencucinya dua kali dalam sepekan. Jangan sampai kurang dari kadar ini dalam kondisi sampai kurang dari kadar ini dalam kondisi apapun. apapun.

Karena sesudah tiga hari, minyak pada kulit Karena sesudah tiga hari, minyak pada kulit kepala akan berubah menjadi asam dan hal kepala akan berubah menjadi asam dan hal itu akan menyebabkan patahnya batang itu akan menyebabkan patahnya batang rambut, dan rambut pun akan rontok.” (Terj. rambut, dan rambut pun akan rontok.” (Terj. Banaatunaa wal Hijab hal. 66-67) Banaatunaa wal Hijab hal. 66-67)

5. “Kalau aku pakai jilbab, nanti tidak ada 5. “Kalau aku pakai jilbab, nanti tidak ada laki-laki yang mau menikah denganku. Jadi, laki-laki yang mau menikah denganku. Jadi, aku pakai jilbabnya nanti saja, sesudah aku pakai jilbabnya nanti saja, sesudah menikah.” menikah.”

Wahai saudariku… Tahukah engkau siapakah Wahai saudariku… Tahukah engkau siapakah lelaki yang datang meminangmu itu, lelaki yang datang meminangmu itu, sementara engkau masih belum berjilbab? sementara engkau masih belum berjilbab? Dia adalah lelaki dayyuts, yang tidak memiliki Dia adalah lelaki dayyuts, yang tidak memiliki perasaan cemburu melihatmu mengobral perasaan cemburu melihatmu mengobral aurat sembarangan. aurat sembarangan.

Bagaimana engkau bisa berpendapat bahwa Bagaimana engkau bisa berpendapat bahwa setelah menikah nanti, suamimu itu akan setelah menikah nanti, suamimu itu akan ridha membiarkanmu mengulur jilbab dan ridha membiarkanmu mengulur jilbab dan menutup aurat, sementara sebelum menutup aurat, sementara sebelum pernikahan itu terjadi dia masih santai saja pernikahan itu terjadi dia masih santai saja mendapati dirimu tampil dengan pakaian ala mendapati dirimu tampil dengan pakaian ala kadarnya? kadarnya?

Jika benar dia mencintai dirimu, maka Jika benar dia mencintai dirimu, maka seharusnya dia memiliki perasaan cemburu seharusnya dia memiliki perasaan cemburu ketika melihat auratmu terbuka barang ketika melihat auratmu terbuka barang sejengkal saja. Dia akan menjaga dirimu dari sejengkal saja. Dia akan menjaga dirimu dari pandangan liar lelaki hidung belang yang pandangan liar lelaki hidung belang yang berkeliaran di luar sana. berkeliaran di luar sana.

Dia akan lebih memilih dirimu yang berjilbab Dia akan lebih memilih dirimu yang berjilbab daripada dirimu yang tanpa jilbab. Inilah yang daripada dirimu yang tanpa jilbab. Inilah yang dinamakan pembuktian cinta yang hakiki! dinamakan pembuktian cinta yang hakiki!

Maka, jika datang seorang lelaki yang Maka, jika datang seorang lelaki yang meminangmu dan ridha atas keadaanmu meminangmu dan ridha atas keadaanmu yang masih belum berjilbab, waspadalah. yang masih belum berjilbab, waspadalah. Jangan-jangan dia adalah lelaki dayyuts Jangan-jangan dia adalah lelaki dayyuts yang menjadi calon penghuni Neraka. yang menjadi calon penghuni Neraka. Sekarang pikirkanlah olehmu saudariku, Sekarang pikirkanlah olehmu saudariku, kemanakah bahtera rumah tanggamu akan kemanakah bahtera rumah tanggamu akan bermuara apabila nahkodanya adalah calon bermuara apabila nahkodanya adalah calon penghuni Neraka? penghuni Neraka?

6. “Pakai jilbab itu ribet dan mengganggu 6. “Pakai jilbab itu ribet dan mengganggu pekerjaan. Bisa-bisa nanti aku dipecat dari pekerjaan. Bisa-bisa nanti aku dipecat dari pekerjaan.” pekerjaan.”

Saudariku… Islam tidak pernah membatasi Saudariku… Islam tidak pernah membatasi ruang gerak seseorang selama hal tersebut ruang gerak seseorang selama hal tersebut tidak mengandung kemaksiatan kepada tidak mengandung kemaksiatan kepada Allah. Allah.

Akan tetapi, Islam membatasi segala hal yang Akan tetapi, Islam membatasi segala hal yang dapat membahayakan seorang wanita dalam dapat membahayakan seorang wanita dalam melakukan aktivitasnya baik dari sisi dunia melakukan aktivitasnya baik dari sisi dunia maupun dari sisi akhiratnya. Jilbab yang maupun dari sisi akhiratnya. Jilbab yang menjadi salah satu syari’at Islam adalah menjadi salah satu syari’at Islam adalah sebuah penghargaan sekaligus perlindungan sebuah penghargaan sekaligus perlindungan bagi kaum wanita, terutama jika dia hendak bagi kaum wanita, terutama jika dia hendak melakukan aktivitas di luar rumahnya. melakukan aktivitas di luar rumahnya.

Maka dengan perginya engkau untuk bekerja Maka dengan perginya engkau untuk bekerja di luar rumah tanpa jilbab justru akan di luar rumah tanpa jilbab justru akan mendatangkan petaka yang seharusnya mendatangkan petaka yang seharusnya dapat engkau hindari. Alih-alih dapat engkau hindari. Alih-alih mempertahankan pekerjaan, engkau malah mempertahankan pekerjaan, engkau malah menggadaikan kehormatan dan harga dirimu menggadaikan kehormatan dan harga dirimu demi setumpuk materi. demi setumpuk materi.

Tahukah engkau saudariku, siapa yang Tahukah engkau saudariku, siapa yang memberimu rizki? Bukankah Allah -Rabb memberimu rizki? Bukankah Allah -Rabb yang berada di atas ‘Arsy-Nya- yang yang berada di atas ‘Arsy-Nya- yang memerintahkan para malaikat untuk memerintahkan para malaikat untuk membagikan rizki kepada setiap hamba membagikan rizki kepada setiap hamba tanpa ada yang dikurangi barang sedikitpun? tanpa ada yang dikurangi barang sedikitpun? Mengapa engkau lebih mengkhawatirkan Mengapa engkau lebih mengkhawatirkan atasanmu yang juga rizkinya bergantung atasanmu yang juga rizkinya bergantung kepada kemurahan Allah? kepada kemurahan Allah?

Apakah jika engkau lebih memilih untuk tetap Apakah jika engkau lebih memilih untuk tetap tidak berjilbab, maka atasanmu itu akan tidak berjilbab, maka atasanmu itu akan menjamin dirimu menjadi calon penghuni menjamin dirimu menjadi calon penghuni Surga? Ataukah Allah ‘Azza wa Jalla yang Surga? Ataukah Allah ‘Azza wa Jalla yang telah menurunkan perintah ini kepada Nabi-telah menurunkan perintah ini kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang akan Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang akan mengadzabmu akibat kedurhakaanmu itu? mengadzabmu akibat kedurhakaanmu itu? Pikirkanlah saudariku… Pikirkanlah hal ini Pikirkanlah saudariku… Pikirkanlah hal ini baik-baik! baik-baik!

7. “Jilbab itu bikin gerah, dan aku tidak kuat 7. “Jilbab itu bikin gerah, dan aku tidak kuat kepanasan.” kepanasan.”

Saudariku… Panas mentari yang engkau Saudariku… Panas mentari yang engkau rasakan di dalam dunia ini tidak sebanding rasakan di dalam dunia ini tidak sebanding dengan panasnya Neraka yang akan kau dengan panasnya Neraka yang akan kau terima kelak, jika engkau masih belum mau terima kelak, jika engkau masih belum mau untuk berjilbab. Sungguh, dia tidak untuk berjilbab. Sungguh, dia tidak sebanding. Apakah engkau belum mendengar sebanding. Apakah engkau belum mendengar firman Allah yang berbunyi, firman Allah yang berbunyi,

“Katakanlah: ‘(Api) Neraka Jahannam itu “Katakanlah: ‘(Api) Neraka Jahannam itu lebih sangat panas. Jika mereka lebih sangat panas. Jika mereka mengetahui.'” (Qs. At-Taubah: 81) mengetahui.'” (Qs. At-Taubah: 81)

Dan sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa Dan sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, sallam yang artinya,

“Sesungguhnya api Neraka Jahannam itu “Sesungguhnya api Neraka Jahannam itu dilebihkan panasnya (dari panas api di bumi dilebihkan panasnya (dari panas api di bumi sebesar) enam puluh sembilan kali lipat sebesar) enam puluh sembilan kali lipat (bagian).” [Hadits shahih. Riwayat Muslim (bagian).” [Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2843) dan Ahmad (no. 8132). Lihat juga (no. 2843) dan Ahmad (no. 8132). Lihat juga Shahih Al-Jaami‘ (no. 6742), dari Shahabat Shahih Al-Jaami‘ (no. 6742), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu] Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Manakah yang lebih sanggup engkau Manakah yang lebih sanggup engkau bersabar darinya, panasnya matahari di bumi bersabar darinya, panasnya matahari di bumi ataukah panasnya Neraka di akhirat nanti? ataukah panasnya Neraka di akhirat nanti? Tentu engkau bisa menimbangnya sendiri… Tentu engkau bisa menimbangnya sendiri…

8. “Jilbab itu pilihan. Siapa yang mau pakai 8. “Jilbab itu pilihan. Siapa yang mau pakai jilbab silakan, yang belum mau juga gak apa-jilbab silakan, yang belum mau juga gak apa-apa. Yang penting akhlaknya saja benar.” apa. Yang penting akhlaknya saja benar.”

Duhai saudariku… Sepertinya engkau belum Duhai saudariku… Sepertinya engkau belum tahu apa yang dimaksud dengan akhlak tahu apa yang dimaksud dengan akhlak mulia itu. Engkau menafikan jilbab dari mulia itu. Engkau menafikan jilbab dari cakupan akhlak mulia, padahal sudah jelas cakupan akhlak mulia, padahal sudah jelas bahwa jilbab adalah salah satu bentuk bahwa jilbab adalah salah satu bentuk perwujudan akhlak mulia. Jika tidak, maka perwujudan akhlak mulia. Jika tidak, maka Allah tidak akan memerintahkan kita untuk Allah tidak akan memerintahkan kita untuk berjilbab, karena dia tidak termasuk ke dalam berjilbab, karena dia tidak termasuk ke dalam akhlak mulia. akhlak mulia.

Pikirkanlah olehmu baik-baik, adakah Allah Pikirkanlah olehmu baik-baik, adakah Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berakhlak memerintahkan hamba-Nya untuk berakhlak buruk? Atau adakah Allah mengadakan suatu buruk? Atau adakah Allah mengadakan suatu ketentuan yang tidak termasuk dalam ketentuan yang tidak termasuk dalam kebaikan dan mengandung manfaat yang kebaikan dan mengandung manfaat yang sangat besar? sangat besar?

Jika engkau menjawab tidak ada, maka Jika engkau menjawab tidak ada, maka dengan demikian engkau telah membantah dengan demikian engkau telah membantah pendapatmu sendiri dan engkau telah setuju pendapatmu sendiri dan engkau telah setuju bahwa jilbab termasuk ke dalam sekian bahwa jilbab termasuk ke dalam sekian banyak akhlak mulia yang harus kita koleksi banyak akhlak mulia yang harus kita koleksi satu persatu. Bukankah demikian? satu persatu. Bukankah demikian?

Ketahuilah olehmu, keputusanmu untuk tidak Ketahuilah olehmu, keputusanmu untuk tidak mengenakan jilbab akan membuat Rabb-mu mengenakan jilbab akan membuat Rabb-mu menjadi cemburu, sebagaimana Rasulullah menjadi cemburu, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya, yang artinya,

“Sesungguhnya Allah itu cemburu dan “Sesungguhnya Allah itu cemburu dan seorang Mukmin juga cemburu. Adapun seorang Mukmin juga cemburu. Adapun cemburunya Allah disebabkan oleh seorang cemburunya Allah disebabkan oleh seorang hamba yang mengerjakan perkara yang hamba yang mengerjakan perkara yang diharamkan oleh-Nya.” [Hadits shahih. diharamkan oleh-Nya.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 4925) dan Muslim (no. Riwayat Bukhari (no. 4925) dan Muslim (no. 2761)] 2761)]

9. “Sepertinya Allah belum memberiku 9. “Sepertinya Allah belum memberiku hidayah untuk segera berjilbab.” hidayah untuk segera berjilbab.”

Saudariku… Hidayah Allah tidak akan datang Saudariku… Hidayah Allah tidak akan datang begitu saja, tanpa engkau melakukan apa-begitu saja, tanpa engkau melakukan apa-apa. Engkau harus menjalankan sunnatullah, apa. Engkau harus menjalankan sunnatullah, yakni dengan mencari sebab-sebab yakni dengan mencari sebab-sebab datangnya hidayah tersebut. datangnya hidayah tersebut.

Ketahuilah bahwa hidayah itu terbagi menjadi Ketahuilah bahwa hidayah itu terbagi menjadi dua, yaitu hidayatul bayan dan hidayatut dua, yaitu hidayatul bayan dan hidayatut taufiq. Hidayatul bayan adalah bimbingan taufiq. Hidayatul bayan adalah bimbingan atau petunjuk kepada kebenaran, dan di atau petunjuk kepada kebenaran, dan di dalamnya terdapat campur tangan manusia. dalamnya terdapat campur tangan manusia.

Adapun hidayatut taufiq adalah sepenuhnya Adapun hidayatut taufiq adalah sepenuhnya hak Allah. Dia merupakan peneguhan, hak Allah. Dia merupakan peneguhan, penjagaan, dan pertolongan yang diberikan penjagaan, dan pertolongan yang diberikan Allah kepada hati seseorang agar tetap dalam Allah kepada hati seseorang agar tetap dalam kebenaran. Dan hidayah ini akan datang kebenaran. Dan hidayah ini akan datang setelah hidayatul bayan dilakukan. setelah hidayatul bayan dilakukan.

Janganlah engkau jual kebahagiaanmu yang Janganlah engkau jual kebahagiaanmu yang abadi dalam Surga kelak dengan dunia yang abadi dalam Surga kelak dengan dunia yang fana ini. Buanglah jauh-jauh perasaan was-fana ini. Buanglah jauh-jauh perasaan was-wasmu itu. Tempuhlah usaha itu dengan wasmu itu. Tempuhlah usaha itu dengan berjilbab, sementara hatimu terus berdo’a berjilbab, sementara hatimu terus berdo’a kepada-Nya, “Allahummahdini wa saddidni. kepada-Nya, “Allahummahdini wa saddidni. Allahumma tsabit qolbi ‘ala dinik (Yaa Allah, Allahumma tsabit qolbi ‘ala dinik (Yaa Allah, berilah aku petunjuk dan luruskanlah diriku. berilah aku petunjuk dan luruskanlah diriku. Yaa Allah, tetapkanlah hatiku di atas agama-Yaa Allah, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu).” Mu).”

-Bersambung Insya Allah--Bersambung Insya Allah-

Penulis: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly Penulis: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly bintu Muhammad bintu Muhammad Murojaah: Ust. Aris Munandar hafidzahullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEUTAMAAN-KEUTAMAN MENUNTUT ILMU

  KEUTAMAN MENUNTUT ILMU      Ilmu termasuk amal shalih yang paling utama bahkan merupakan ibadah yang paling utama dan paling mulia. Secara...