KEUTAMAN MENUNTUT ILMU
Ilmu termasuk amal shalih yang paling utama bahkan merupakan ibadah yang paling utama dan paling mulia. Secara bahasa ilmu adalah mengetahui sesuatu sesuai pada kenyataanya dengan pengetahuan yang pasti. Secara Istilah sebagian ahlul ilmi berkata : "Ilmu adalah pengetahuan, lawan dari kebodohan". sebagian lagi berkata "sesungguhanya ilmu itu lebih jelas dari sekedar didefinisikan" yang dimaksud disini adalah ilmu syar'i yaitu segala sesuatu yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, maka ilmu yang mendapatkan pujian di sini adalah ilmu tentang wahyu, ilmu tentang perkara yang diturunkan oleh Allah saja.
Rasulullah salallahu'alaihi wa salam bersabda :
مَنْ يُرِدِ اللُّه بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِيْ ا لدِّيْنِ
"Barangsiapa yang diinginkan kebaikan baginya maka Allah pahamkan agama kepadanya"
Ilmu merupakan ibadah tathowu' karena ia termasuk jenis jihad fii sabilillah . Sesungguhnya agama Allah hanya tegak dengan dua perkara : Yang pertama adalah dengan ilmu dan burhan/petunjuk. Yang kedua adalah dengan peperangan dan pedang, maka senantiasa harus ada dua perkara ini dan tidak mungkin tegak agama ini serta tidak akan mencuat kecuali dengan keduanya secara bersamaan dan yang pertama (ilmu) didahulukan daripada yang kedua (perang). oleh karena itu Nabi tidaklah menyerang sebuah kaum hingga sampai dakwah Ilallah kepada mereka, maka (terlihat) bahwa ilmu itu mendahului peperangan.
Jika seseorang manusia beribadah kepada Rabbnya diatas basirah (dengan hujjah), hatinya akan bergantung kepada ibadah, hatinya akan bersinar dengan ibadah itu dan hatinya menyadari bahwa yang ia lakukan adalah ibadah bukan adat. Jika seseorang manusia melakukan shalat dalam kedaan seperti ini, ia akan termasuk dari orang yang dikabarkan Allah bahwa shalatnya mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Diantara Keutamanan Ilmu yang Paling Utama Adalah :
1. Ilmu adalah warisan para nabi. Para nabi tidak mewariskan dirham ataupun dinar yang mereka wariskan hanyalah ilmu, barang siapa yang mengambil ilmu ia telah mengambil bagian yang paling banyak dari warisan para nabi.
2. Ilmu itu kekal dan harta itu fan. inilah Abu hurairah radhialahu anhu, beliau termasuk sahabat yang faqir, sampai-sampai beliau pernah jatuh pingsan karena lapar dan aku bertanya kepadamu demi Allah, apakah hingga sekarang Abu Hurairah masih terus disebut diantara manusia atau tidak ? Ya bahkan terus disebut namanya dan Abu Hurairah terus-menerus mendapatkan pahala dari orang-orang yang mengambil manfaat dengan hadist-hadistnya. ilmu itu kekal dan harta itu fana. maka wajib penuntut ilmu untuk berpegang kepada ilmu.
3. ilmu itu tidak membuat lelah ketika menjaganya. karena jika Allah memberikan rizki kepada mu berupa ilmu, maka tempatnya adalah di hati dan tidak butuh lemari-lemari atau kunci atau lainya, dan di saat bersamaan ilmu itu menjagamu dari perkara-perkara yang buruk degan izin Allah.
4. Manusia akan mencapai derajat sebagai Saksi 'alal-haq dengan sebab ilmu. Cukuplah engkau penuntut ilmu sebagai orang yang mempersaksikan Allah bahwa tidak yang sesembahan yang berhak diibadahi selain Dia dan begitu pula para malaikat-Nya yang mempersaksikan keesaan Allah.
5. Ahlul ilmi merupakan bagian dari pemerintah (ulil amri) yang Allah memerintahkan hambaNya untuk mentaati mereka dengan firmanNya.
6. Ahlul ilmi, mereka adalah orang-rang yang menegakkan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala hingga datangnya hari kiamat.
7. Bahwa Rasulullah salallahu’alaihi wa salam tidak memberikan semangat kepada seorangpun dalam menginginkan kenikmatan yang dimiliki orang lain, kecuali pada dua macam orang yaitu : seorang penuntut ilmu yang dai mengamalkan ilmunya, kedua seorang pedagang yang hartanya ia gunakan untuk menolong islam.
8. Dari sebuah hadist yang dikeluarkan oleh imam ahmad Al-bukhari dari Abu Musa Al Asy'ari radhiallahu anhu dari nabi salallahu'alaihi wa salam beliau bersabda "Pemisalan pada perkara yang Allah utus aku dengannya berupa petunjuk dan ilmu, seperti hujan yang menimpa bumi. Ada bagiaan yang baik pada bumi itu, ia mampu menahan air dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput yang banyak dan ada bagian bumi yang berupa cadas, ia mampu menahan air, maka Allah memberikan manfaat bagi manusia dengan sebabnya, lalu manusia minum, memberi minuman dan bercocok tanam dengannya. Hujan tersebut juga menimpa bagian bumi yang lain yang tandus yang tidak mampu menahan air hujan, tidak pula mampu menumbuhkan tumbuhan. Dengan demikianlah pemisalan orang yang paham terhadap agama allah dan Allah memberikan manfaat dengan apa yang Allah utus aku dengannya, maka orang tersebut berilmu dan mengerjakannya. dan perumpamaan orang yang berpaling darinya (sehingga tidak mengambil manfaat untuk dirinya dan tidak meberi manfaat kepada orang dan ia tidak menerima petunjuk Allag yang aku diutus dengannya"
9. Sesungguhnya ilmu adalah jalan menuju jannah (surga ) sebagaimana ditunjukkan oleh hadist Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah salallahu'alahi wa salam bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْثَمسُ فِيْهِ عِلْمًَا سَهَّلَ اللُه لَهُ بِهِ طَرِ يْقًا إِِلَى الْجَنَّةِ
"barangsiapa yang menempuh sebuah jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan ke surga". [Dikeluarkan oleh Muslim/Kitabud Da'wat/Bab Keutamaan berkumpul untuk membaca Al Quran]
10. Sesungguhnya ilmu itu adalah nur (cahaya ) dimana seornag hamba menjadikan sebagai penerang. dengan ilmu itu seorang hamba mengetahui cara beribadah kepada Rabnya dengan cara bergaul dengan orang lain, maak seorang hamba ketika menjalaninya selalu dengan ilmu dan bashiroh.
11. sesungguhnya seorang alim menjadi cahaya/ penerang bagi manusia di sekelilingnya dalam prekara agama dan dunia mereka..
12. Sesungguhnya Allah mengangkat derajat ahlul ilmi di dunia dan akhirat. Adapun diangkat derajat ahlul ilmi diakhirat sesuai dengan apa yang mereka tegakan dari da'wa illah dan amal mereka. Di dunia mereka diangkat derajatnya di anatara para hamba sesuai apa yang mereka amalkan dari ilmu.
Hukum menuntut ilmu syar'i adalah fardhu kifayah. Jika sudah cukup jumlah yang menegaakkan ilmu itu, maka bagi yang selainnya menjadi sunnah. Terkadang menuntut ilmu hukumnya bisa menjadi Fardhu 'Ain atau wajib bagi setiap ornag, kriterianya adalah seorang hamba mengetahui perkara yang akan dia lakukan atau muamalah yang akan dia tegakkan, maka seornag hamba wajib mengetahui bagaimana ia harus beribadah kepada Rabbnya dengan ibadah tersebut dan bagaimana ia harus menegakkan muamalah tersebut,dan selain dari itu dari ilmu-ilmu lain maka mencarinya merupakan fardhu kifayah. Setidaknya bagi penuntut ilmu-ilmu ia sedang menegakkan fardu kifayah dalam rangka memperoleh pahala pelaku amalan fardhu disamping mendapatkan ilmu.
Tidak diragukan lagi bahwa menuntut ilmu merupakan amalan yang paling utama, bahkan termasuk jihad fii sabilillah . Terlebih lagi di saat sekarang ini, ketika bid'ah muncul di tengah-tengah masyarakat muslim, merebak dan semakin banyak serta semakin banyak orang bodoh yang berfatwa tanpa ilmu dan bermunculun perdebatan di kalangan mayorotas manusia. Seluruh tiga perkara ini merupakan perkara yang mengharuskan para pemuda untuk bersemangat dalam menuntut ilmu.
~ Bid'ah-bid'ah yang kejahatanya mulai bermunculan.
~ Segologan manusia yang memberikan fatwa tanpa ilmu
~ Merebaknya jidal (perdebatan) dalam berbagai masalah yang sesungguhnya sudah jelas bagi ahlul ilmi tapi datang orang-orang yang gebar mendebatkannya tanpa ilmu.
Oleh karena itu kita sangat butuh kepada ahlul ilmu yang memiliki kekokohan dan keluasan ilmu. Mereka mempunyai kedalaman pemahaman terhadap agama Allah dan memiliki hikmah dan menasehati hamba-hamban Allah, karena mayoritas manusia sekarang mendapatkan ilmu secara teori pad asebuah masalah tapi tidak menaruh perhatian untuk memperbaik manusia dan tidak pula pada pendidikan mereka. orang-orang seperti mereka jika berfatwa, maka berfatwanya menjadi perantara menuju kejelekan yang lebih besar (dibandingkan maslahatnya) yang tidak tahu batas (kejelekannya) kecuali Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar